Macam-macam, Bentuk, dan Masalah Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah Aliran Sungai (DAS) - Daerah Aliran Sungai (Drainage Area Riverbasin) yang disingkat menjadi DAS adalah bagian dari muka bumi yang airnya mengalir ke dalam sungai tertentu. Adapun pengertian lain dari Daerah Aliran Sungai adalah wilayah tampungan air hujan yang masuk ke dalam wilayah air sungai atau suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air yang berasal dari air hujan yang jatuh, terkumpul dalam kawasan tersebut. Guna dari DAS adalah menerima, menyimpan, dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya melalui sungai. Jadi suatu sungai beserta anak-anak sungai membentuk satu daerah aliran. Misalnya, sungai Ci Manuk dengan anak-anak sungainya disebut Daerah Aliran Sungai Ci Manuk.
Daerah Aliran Sungai
Contoh Aliran Air pada Daerah Aliran Sungai (DAS)
Daerah yang memisahkan antara DAS yang satu dengan DAS yang lainnya merupakan daerah punggungan dinamakan watershed atau stream devide (igir). Untuk melestarikan suatu bendungan agar tidak cepat mengalami proses pendangkalan, maka DAS tersebut harus dihijaukan. Besar kecilnya air sungai bergantung luas tidaknya daerah aliran dan besar sedikitnya curah hujan di DAS tersebut.

DAS merupakan daerah penangkapan air hujan (catchment area). Pembangunan pertanian, pemukiman, dan industri, tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan sumber daya air. Sebagai akibat pemanfaatan air tersebut, DAS akan menampung buangan limbah akibat pembangunan tersebut sehingga terjadilah pencemaran (polusi) air.

Pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) jelas berkaitan dengan penyediaan air bersih, mengamankan sumber air dari pencemaran, mencegah banjir dan kekeringan, mencegah erosi, serta mempertahankan dan mening katkan kesuburan tanah.

Masalah Daerah Aliran Sungai (DAS)

  • Banjir
  • Produktivitas tanah menurun
  • Pengendapan lumpur pada waduk
  • Saluran irigasi
  • Proyek tenaga air
  • Penggunaan tanah yang tidak tepat (perladangan berpindah, pertanian lahan kering dan konservasi yang tidak tepat)

Metode perhitungan banyaknya hujan di DAS

  • Metode Isohyet, yaitu garis dalam peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki jumlah curah hujan yang sama selama periode tertentu. Digunakan apabila luas tanah lebih dari 5000 km²
  • Metode Thiessen, digunakan bila bentuk DAS memanjang dan sempit (luas 1000–5000 km²)

Daerah-daerah Daerah Aliran Sungai (DAS)

  • Hulu sungai, berbukit-bukit dan lerengnya curam sehingga banyak jeram.
  • Tengah sungai, relatif landai,terdapat meander. Banyak aktivitas penduduk.
  • Hilir sungai, landai dan subur. Banyak areal pertanian.

Macam-macam DAS

DAS dibedakan menjadi dua, yakni:
  1. DAS gemuk: DAS jenis ini memiliki daya tampung yang besar, adapun sungai yang memiliki DAS seperti ini cenderung mengalami luapan air yang besar apabila terjadinya hujan di daerah hulu.
  2. DAS kurus: DAS jenis ini bentuknya sempit, sehingga daya tampungnya pun kecil. Manakala hujan turun di daerah hulu, tidak terjadi luapan air yang tidak terlalu hebat.

Bentuk-bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS)

Bentuk DAS ada tiga jenis, yaitu:
  1. Bentuk Bulu Ayam: DAS bentuk bulu ayam memiliki debit banjir sekuensial dan berurutan. Memerlukan waktu yang lebih pendek untuk mencapai mainstream. Memiliki topografi yang lebih curam daripada bentuk lainnya.
  2. Bentuk Kipas: DAS berbentuk kipas memiliki debit banjir yang terakumulasi dari berbagai arah sungai dan memiliki waktu yang lebih lama daripada bentuk bulu ayam untuk mencapai mainstream. Memiliki topografi yang relatif landai daripada bulu ayam.
  3. Bentuk parallel / Kombinasi: DAS bentuk kombinasi memiliki debit banjir yang terakumulasi dari berbagai arah sungai di bagian hilir. Sedangkan di bagian hulu sekuensial dan berurutan.
Demikian penjelasan dari KonsepGeografi.net mengenai Daerah Aliran Sungai (DAS), semoga penjelasan di atas dapat menjadi referensi yang bagi sahabat, semoga berkah dan bermanfaat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter