Analisis Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta

Analisis Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta – Salah satu manfaat dari peta yaitu dapat mengetahui suatu lokasi atau tempat serta keadaan tempat tersebut. Tak terkecuali penentuan lokasi industri dan pertanian. Untuk menentukan lokasi suatu wilayah apakah cocok untuk pertanian atau industri, maka diperlukan peta. Peta yang dibutuhkan untuk menentukan suatu lokasi industri atau pertanian bergantung pada beberapa variabel sesuai dengan syarat penentuan lokasi industri atau pertanian.
Analisis Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta
Analisis Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta

Analisis Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta

Analisis di sini dilakukan untuk menentukan lokasi industri serta pertanian pada peta. Namun sebelum itu ada beberapa syarat yang hendaknya dipahami sebelum mengetahui langkah-langkah penentuan lokasinya.

Syarat-syarat Penentuan Lokasi Industri

Untuk menentukan suatu lokasi industri, maka diperlukan syarat-syarat penentuan lokasi industri sebagai berikut.

1. Bahan Mentah
Bahan mentah sangat menentukan lokasi industri karena bahan mentah merupakan bahan dasar untuk menghasilkan suatu barang atau produk. Apabila bahan mentah tersedia di banyak tempat, maka lokasi industri dapat didirikan di mana saja, tetapi apabila bahan mentah tersedia terbatas, maka alternatif penentuan lokasi menjadi terbatas pula.

2. Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah orang yang menjalankan aktivitas kegiatan industri. Ada industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan ada pula industri yang sedikit membutuhkan tenaga kerja. Tenaga kerja memiliki dua macam, yaitu kuantitatif dan kualitatif.
  1. Kuantitatif, artinya banyaknya tenaga yang direkrut.
  2. Kualitatif, artinya tenaga kerja berdasarkan keterampilannya.
Industri yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak harus ditempatkan di daerah yang mempunyai jumlah penduduk yang banyak agar biaya untuk upah tenaga kerja tidak terlalu mahal.

3. Sumber Energi
Sumber energi dibutuhkan untuk proses produksi. Energi digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin produksi, seperti kayu bakar, batu bara, listrik, minyak bumi, gas alam, dan tenaga atom/ nuklir. Suatu industri yang banyak membutuhkan energi, umumnya mendekati tempat-tempat yang menjadi sumber energi  tersebut.

4. Transportasi
Sarana transportasi sangat penting untuk aliran pemasokan bahan dan distribusi barang. Sistem transportasi yang bagus akan memudahkan keluar-masuk barang sehingga tidak akan menghambat aktivitas industri, baik karena kekurangan pasokan barang atau karena arus distribusi barang tidak lancar.

5. Daerah Pemasaran
Daerah pemasaran berfungsi untuk memasarkan barang kepada konsumen. Jika produk yang dihasilkan cepat rusak, maka sebaiknya ditempatkan di daerah pemasaran. Tetapi jika produk yang dihasilkan tahan lama, maka penentuan lokasi industri bisa ditentukan di mana saja. Selain faktor sifat barang, daerah pemasaran ditentukan juga berdasarkan jumlah penduduk. Suatu wilayah yang mempunyai jumlah penduduk banyak sangat baik untuk dijadikan daerah pemasaran.

6. Harga Lahan
Harga lahan berpengaruh pada penentuan lokasi industri. Harga lahan yang murah tentu saja sangat menarik bagi pengusaha untuk dijadikan lokasi industri.

7. Topografi
Topografi berpengaruh terhadap penentuan lokasi industri. Industri akan didirikan pada suatu tempat yang memiliki topografi yang datar. Hal ini dikarenakan biaya transportasi lebih murah jika dibandingkan dengan tempat yang memiliki topografi yang berkelok-kelok.

Faktor-faktor Pengaruh Penentuan Lokasi Pertanian

Sedangkan untuk menentukan lokasi pertanian, dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

1. Suhu
Suhu mempunyai peranan penting dalam bidang pertanian karena berpengaruh pada tingkat pertumbuhan, pemulangan pembuangan, dan panen tanaman. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal dan akhirnya produksi pertanian menurun.

2. Curah Hujan
Curah hujan merupakan unsur iklim yang penting dalam pertanian karena menentukan banyaknya air oleh permukaan bumi. Curah hujan menentukan kemungkinan pola usaha pertanian yang cocok untuk setiap daerah.

3. Tekstur Tanah
Keadaan alam seperti tekstur tanah ini menunjukkan pembagian partikel-partikel tanah. Partikel yang paling kecil adalah butir liat, kemudian butir debu, pasir, dan kerikil. Selain itu, ada juga tanah yang terdiri dari batu-batu. Tekstur tanah dikatakan baik apabila komposisi antara pasir, debu, dan struktur liatnya seimbang. Semakin halus butir-butir tanah, maka semakin kuat tanah tersebut mengikat air dan unsur hara. Tanah yang memiliki kandungan liatnya tinggi akan sulit untuk diolah. Tetapi apabila tanah itu basah, maka akan menjadi lengket.

4. Drainase
Tanah yang memiliki drainase yang bagus adalah tanah yang memiliki kemampuan menyimpan air dengan baik. Setiap tanaman memerlukan air yang baik. Ada tanaman yang membutuhkan sedikit air dan ada tanaman yang membutuhkan banyak air.

5. Kemiringan Lereng
Kemiringan lereng menentukan teknik bercocok tanam dan pengolahan lahan. Jika kemiringan lerengnya miring, maka teknik cocok tanam pada daerah tersebut adalah dengan membuat terasteras. Tujuannya adalah menjaga agar unsur hara tidak hilang.

6. Jenis Tanah
Jenis tanah sangat berpengaruh terhadap lokasi pertanian karena tidak semua jenis tanah dapat diolah untuk pertanian. Selain itu, jenis tanah juga menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

Langkah-langkah Menentukan Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam menentukan lokasi industri dan pertanian pada peta, yaitu sebagai berikut:
  1. Tentukan wilayah atau daerah yang ingin kamu ketahui.
  2. Tentukan informasi yag ingin kamu cari tahu, apakah mengenai lokasi industri atau pertanian.
  3. Setelah menentukan informasi, kemudian cari syaratsyarat berdirinya lokasi industri atau pertanian.
  4. Cari peta tematik yang sesuai dengan syarat-syarat penentuan lokasi industri atau pertanian. Misalnya syarat dari pertanian adalah curah hujan, suhu, tekstur tanah, drainase, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Maka peta yang harus kita cari adalah peta curah hujan, peta suhu, peta tekstur tanah, peta drainase, peta kemiringan lereng, dan peta jenis tanah.
  5. Peta-peta tematik tersebut di-over lay (tumpang susun) atau dikombinasikan sehingga akan diperoleh satu peta baru yaitu peta yang mempunyai banyak simbol seperti curah hujan, suhu, tekstur tanah, drainase, kemiringan lereng, dan jenis tanah.
  6. Kemudian peta tersebut dianalisis untuk menentukan lokasi yang cocok untuk pertanian.
Demikian penjelasan mengenai Analisis Lokasi Industri dan Pertanian pada Peta yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini sebagai salah satu manfaat dari adanya peta, semoga dapat memberikan manfaat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter