Pengertian Ekoefisiensi dan Prinsipnya

Pengertian Ekoefisiensi dan Prinsipnya - Materi Geografi kali ini akan berbagi penjelasan mengenai pengertian ekoefisiensi dan prinsip ekoefisiensi. Jadi penjelasan yang akan kami bagikan pada kesempatan kali ini yakni akan dijelaskan apa itu ekoefisiensi yang disertai dengan gambaran prinsip ekoefisiensi itu. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:
Pengertian Ekoefisiensi
Pengertian Ekoefisiensi
Baca juga penjelasan:

Pengertian Ekoefisiensi

Sebenarnya kata Ekoefisiensi atau eko-efisiensi merupakan singkatan dari kata ekologi dan efisiensi dimana kata ini mengimplikasikan bahwa peningkatan efisiensi berasal dari perbaikan kinerja lingkungan. Istilah ini pertamakali diperkenalkan oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) pada tahun 1992 dalam publikasi mereka, "Changing Course".
Pengertian ekoefisiensi merupakan konsep menciptakan lebih banyak barang dan jasa dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit serta membuat limbah dan polusi sesedikit mungkin.

Prinsip Ekoefisiensi

Kehidupan manusia secara individu, bahkan sampai tingkat pembangunan di suatu daerah atau yang lebih tinggi, di tingkat negara misalnya, hampir selalu didasarkan pada pemanfaatan sumber daya alam. Pasti bisa kamu bayangkan berapa banyak orang memanfaatkan sumber daya alam. Sayangnya, apa yang dibutuhkan oleh orang-orang tidak bisa semua terpenuhi. Wilayah dengan sumber daya alam melimpah bisa saja terpenuhi kebutuhannya. Namun, apa artinya jika lambat laut kekayaan tersebut habis.

Nah, melihat gambaran kondisi seperti di atas, salah satu upaya penanggulangannya adalah mengefisienkan pemanfaatan sumber daya alam. Dengan demikian, diharapkan akan tercapai kehidupan ekonomi yang lebih baik dalam jangka panjang. Bahkan demi kelangsungan proses pembangunan ekonomi, dalam konteks efisiensi diperlukan adanya perencanaan penggunaan, pengelolaan, dan penyelamatan sumber daya alam yang dilakukan dengan cermat.

Perhitungan hubungan-hubungan ekologis perlu dilakukan untuk mengurangi akibat-akibat yang merugikan baik bagi kelangsungan pembangunan maupun kelangsungan ekosistem. Itulah gambaran
prinsip ekoefisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Sebelum menerapkan bagaimana ekoefisiensi yang tepat, diperlukan pemahaman mengenai jenis, kondisi, dan nilai setiap sumber daya alam. Bagaimana pun sumber daya alam mempunyai karakteristik khusus terutama dalam hubungannya dengan ekosistem dan pembangunan. Kita perlu mengenali apakah suatu sumber daya alam itu tergolong bisa diperbarui atau tidak.

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui digunakan dan dikelola sehemat dan seefektif mungkin. Bahkan perlu dicari dan dilakukan penelitian terus-menerus guna menemukan sumber daya pengganti. Begitu juga dengan sumber daya alam yang dapat diperbarui, perlu dipergunakan dan dikelola sehemat dan seefektif mungkin guna mempertahankan perkembangan ekonomi yang baik secara lestari.

Dasar Penggunaan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi

Dalam prinsip ekoefisiensi, penggunaan sumber daya alam berdasarkan pemilihan peruntukannya menjadi sangat penting. Pemilihan peruntukan tersebut dilaksanakan atas dasar:
  1. Efisiensi dan efektivitas penggunaan yang optimal dalam batas-batas kelestarian sumber alam yang mungkin,
  2. Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber alam lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem, dan
  3. Memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan penggunaan di masa depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara dratis.
Demikian penjelasan mengenai Pengertian Ekoefisiensi dan Prinsipnya, semoga dapat dipahami dan memberikan manfaat dalam menambah wawasan pengetahuan sahabat dalam bidang Geografi.

Pustaka:
[Wikipedia Indonesia]
[Geografi Kelas XI Eni Anjayani Tri Haryanto Tahun 2009]
[Konsep Geografi Indonesia]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter