Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan (Overfishing)

Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan (Overfishing) - Berikut ini akan kami bagikan bagaimana Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan atau yang biasa diistilakan dengan Overfishing. Seperti kita ketahui bahwa laut merupakan penghasil ikan utama. Penangkapan ikan biasanya dilakukan oleh nelayan tradisional maupun nelayan yang menggunakan peralatan modern.
Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan
Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan
Baca juga:

Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan (Overfishing)

Yang menjadi permasalahan adalah penangkapan ikan yang menggunakan pukat harimau dan juga bom. Penangkapan yang demikian merupakan contoh pengelolaan yang tidak berwawasan lingkungan. Mengapa? Penggunaan pukat harimau selain mengenai ikan-ikan besar, ikan-ikan kecil pun turut terjaring. Jika ikan-ikan kecil ikut ditangkap, akan memutus daur reproduksi beberapa spesies ikan. Akhirnya, dapat menyebabkan beberapa spesies ikan tertentu punah. Begitu juga dengan penggunaan bom, yang akan mematikan makhluk hidup di dalam laut dan juga merusak terumbu karang.

Adapun Langkah-langkah yang dapat Dilakukan dalam Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan

  1. Membatasi jumlah hasil tangkap. Untuk menerapkannya perlu dipertimbangkan jumlah persediaan atau populasinya dan sifat komoditi tersebut. Setelah itu baru dilakukan pengaturan kapasitas penangkapan yang diperbolehkan. Memang mungkin dalam penerapannya akan menemukan kesulitan, ada baiknya dalam langkah ini instansi pemerintah turun tangan agar tidak terjadi monopoli maupun konflik .
  2. Pengaturan waktu tangkap. Tindakan ini perlu dilakukan terhadap jenis-jenis sumber perikanan terumbu karang agar dapat menghindari tertangkapnya jenis-jenis tertentu dari sumber perikanan terumbu karang.
  3. Melakukan pengaturan ukuran hasil tangkap (ukuran panjang/berat). Tindakan ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa individu yang ditangkap pernah mengalami perkembangbiakan.
  4. Mengatur dan mengawasi jenis alat tangkap yang digunakan, untuk menjamin bahwa alat tangkap yang digunakan tidak merusak lingkungan.
  5. Menerapkan sistem zonasi, dilakukan dengan membagi kawasan menjadi zona-zona berdasarkan pemanfaatannya.
  6. Melarang penggunaan bahan peledak dan bahan beracun untuk menangkap ikan.

Nah, hal-hal tersebut merupakan langkah yang bisa diambil dalam menyelesaikan masalah yang mungkin timbul dalam perikanan tangkap. Dan hal tersebut setidaknya dapat meminimalisir dampak negatif yang akan timbul sedikit demi sedikit.

Demikian penjelasan mengenai bagaimana Langkah-langkah Cara Mengatasi Penangkapan Ikan yang Berlebihan atau Overfishing. Dan semoga penjelasan di atas dapat memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian dan budidaya alam di lautan dimana merupakan sumber protein terbesar terdapat di perairan laut tanah air tercinta, Indonesia. - Konsep Geografi

Pustaka:
[http://www.konsepgeografi.net/]
[Geografi Kelas 11 Eni Anjayani Tri Haryanto 2009]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter